Dalam pasal pertama ini bermakna, pentingnya nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan makna itu, mereka menyelaraskan pesan dalam event STQH itu.
“Para penari itu merupakan pelajar dari beberapa sekolah, yakni SMAN 1 Lingga, SMKN 2 Lingga, SMPN 1 Lingga dan sanggar seni Daik Lingga,” kata Andri.
Andri pun mengungkapkan, dalam menyempurnakan tarian ini, memakan waktu kurang lebih satu bulan untuk latihan.
“Kendala kami karena cuaca aja, karena memakan lapangan terbuka untuk latihan,” ujarnya.
Mereka menggunakan kostum merah dan hijau tua dan para penari tampak piawai menunjukkan kebolehannya di lokasi tersebut sehingga para pengunjung yang datang larut menyaksikan aksi panggung mereka. (*/man)


