“Banjir yang terjadi di beberapa lokasi ini karena curah hujan yang cukup tinggi sejak Selasa (28/2/2023), sehingga ada beberapa lokasi yang sebelumnya tidak banjir jadi banjir,” katanya.
Selain itu banyak titik banjir yang sering terjadi karena lokasinya berdekatan dengan laut. Sehingga ketika hujan tiba air laut juga pasang menyebabkan banjir. Penyebab lainnya adalah wilayah yang tadinya area resapan air tapi dibangun gedung. Sehingga ketika hujan deras dalam waktu yang lama menyebabkan air tidak bisa masuk ke daerah resapan itu.
“Ada juga karena drainase yang tersumbat,” ujarnya.
Sementara itu, DBMSDA Kota Batam, merekap ada sebanyak 28 titik banjir di Kota Batam pada akhir 2021 lalu. Di antaranya adalah :
1. Sungai Tering Pasar Melcem. 2. Belakang BCA Jodoh. 3. Jalan Duyung. 4. Kawasan Bengkong, Bengkong Swadebi. 5. Tanjung Buntung Benhkomg dalam
6. Legenda Malaka, Legenda Bali. 7. Perumahan Taman Raya Batam Center. 8. Perumah Orchard Swit dan Citra Indah. 9. Depan prumahan Bida Asri 2.
10. Kantor camat nongsa. 11. Citra Mas Batu Besar. 12. Kampung Mangga Batu besar. 13. Perumahan Green Nongsa City. 14. Perumahan Kodim Batu Aji
15. Depan Kantor Lurah Tembesi. 16. Belakang Gereja Mahanaim. 17. Perumahan Tembersi Raya. 18. Perumahan Putri 7 dan 19. Depan Mako Brimob.
20. Kaveling Melati Sagulung. 21. Kawasan Perumahan Taman Cipta Asri Tembesi. 22. Perumahan anggara sagulung kota. 23. Perumahan Puri Barata. 24. Perumahan Devine Premiere Marina.
25. Kartini Raya Pondok Pratiwi. 26. Graha Mas Marina. 27. Rusunawa Tanjung Piayu. 28. Jalan S Parman Depan Perumahan Bida Ayu dan Bukit Kemuning.
YUmasnur menyebut akan terus melakukan normalisasi saluran agar bisa mengurangi banjir. (*/man)


