
Untuk kelapa pihaknya sudah mengekspor sampai ke Singapura. Untuk kopi Liberika kini mulai banyak pesanan secara online karena kopi ini tidak dimiliki kabupaten lain.
Kepala Bapeda Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, Dr H Katamso SE,ME menambahkan saat ini Pemkab sudah menyelesaikan rencana detail tata ruang dan bisa memetakan posisi wilayah yang bisa menjadi tempat berinvestasi.
Untuk produk unggulan dari Tanjung Jabung Barat adalah kelapa, kopi, pisang dan perikanan. Dalam pertemuan itu pengusaha dari India, Malaysia dan Singapura meminta rencana detail untuk berusaha serta syaratnya.

“Kami minta secara detail lokasi untuk investasi dan kami ingin bisnis to bisnis sehingga kami bisa mempersiapkan langkah untuk berinvestasi,” kata Alice Tan pengusaha dari Malaysia.
Terkait permintaan pengusaha itu Katamso menyebut akan segera membuat syarat dan perizinan untuk berinvestasi di Tanjabar.
“Kami akan membuat secepatnya dan kami siap menyediakan lokasi untuk investasi. Untuk berinvestasi tentu menguntungkan karena gaji di tempat kami juga masih sekitar Rp 3 juta untuk UMK jauh lebih rendah dibanding Batam. Tentu ini sangat mendukung pengusaha masuk berinvestasi,” katanya.
“Kami ingin lewat pertemuan ini ada realisasi untuk berinvestasi sehingga memberikan benefit bagi Tanjabar,” katanya.
Selain menggaet pengusaha untuk berinvestasi di Tanjabar, Bupati kini membuat terobosan dengan membuka pelabuhan kapal roro mengangkut bahan pokok ke Batam.
Kebutuhan pokok sektor pertanian berlimpah di Jambi, karena itu pihaknya membuka jalur Roro mengangkut sembako ke Kepri. Jalur itu dari Kualatungkal, Lingga, sampai ke Batam.
Pertemuan Pemkab Tanjabar dengan para pengusaha itu difasilitasi Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Kota Batam dan juga Batam Tourist Promotion Board (BTPB).
Ketua Batam Tourist Promotion Board (BTPB) Batam, Rahman Usman mengatakan Pemkab Tanjabar perlu membuat peta terkait rencana investasi itu. Dimana letaknya dan berapa jaraknya jika ditempuh dari Batam dan Singapura sehingga bisa memudahkan investor untuk datang berinvestasi. “Investor punya gambaran dengan adanya maping dan jarak tempuh dari Batam dan Singapura. Dimana titik lokasi untuk investasi dan apa kemudahan yang diberikan,” kata Rahman Usman. (*/man)


