HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Industri galangan kapal di Kota Batam yang selama ini redup dikabarkan akan semakin bergairah. Para pelaku industri pun tengah membutuhkan banyak tenaga kerja yang berkompeten dalam merespons kebangkitan tersebut. Khususnya untuk tenaga kerja di bidang pengelasan kapal (Welder).
Dari informasi yang ada, kebutuhan terhadap pekerja Welder yang berkompeten dan profesional sekitar 5.000 ribu orang.
“Ya, memang itulah kebutuhan bagi yang punya skill Welder agar bisa mempersiapkan diri. Sementara, orderan kapal lagi tinggi, tenaga kerja Welder susah dicari,” ujar salah satu pekerja di industri galangan kapal, Senin (13/2/2023).
BACA JUGA:Â Keluarga Minta Polisi Bebaskan Pekerja Timah di Lingga, Kami Hanya Menggantungkan Hidup dari Tambang
Menurutnya, krisis tenaga Welder di Kota Batam terjadi sejak pertengahan tahun 2022 lalu.
Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengakui jika kebutuhan terhadap pekerja di industri galangan kapal memang sedang jadi sorotan.
Tak hanya Welder, lanjut Rudi, bidang lain seperti Fitter dan Helper pun sangat dibutuhkan.
Rudi menyebut, ada sekitar 800 proyek tongkang di Kota Batam untuk tiga tahun ke depan.
“Memang betul kebutuhannya segitu, tapi angka lima ribu itu tidak serentak harus dipenuhi semuanya, bertahap dan ada klasifikasinya. Cuma kebutuhan ke depan memang sebanyak lima ribu tenaga kerja,” ujarnya.
BACA JUGA:Â Galangan Kapal di Batam Butuh 5.000 Tenaga Welder, Siapkan Diri Anda Dengan Kompetensi


