“Kapal dapat keluar kandas karena ada pasang tertinggi waktu itu,” ujar Jon Kenedi.
BACA JUGA: Kenalkan Wahana Baru Nongsa Point Marina Gelar Gala Dinner Bersama Mitra
Terkait kerusakan karang akibat kandasnya kapal, kata Jon bukan ranah Kesyahbandaran untuk menjawabnya.
Ia menegaskan, sampai saat ini kapal masih berada di lokasi perairan sampai nanti ada tim dari KNKT turun untuk melakukan investigasi.
“Kapal masih berada di lokasi perairan sampai ada hasil investigasi dari KNKT, baru lah kapal dapat dinyatakan melanjutkan pelayaran,” ucapnya.
Jon menyampaikan kapal MV MSC Faith ini berlayar dari Pelabuhan Singapura tujuan Pelabuhan Yantian, China namun saat melintas di perairan internasional Batam – Singapura kapal justru mengalami insiden.
Camat Belakang Padang Yudi Admadji menyebutkan masyarakat setempat melihat dan mengabadikan kondisi kapal yang seolah berlabuh di pulau Batu Berhanti.
Menurut Camat kejadian kapal kandas dan menabrak karang Pulau Batu Berhanti bukan kali pertama terjadi.
“Hampir tiap tahun ada. Tahun 2022, kalo gak salah itu sampai 3 kapal kandas/sangkut di pulau batu Berhanti,” kata camat.
Yudi menyebutkan lokasi pulau batu Berhanti itu merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Belakangpadang Batam Kepri Indonesia. (*/man)


