“Jadi ini yang akan kami tata juga. Untuk itu pengerjaan cukup rumit. Karena utilitas yang tertanam di dekat bundaran,” katanya.
Ia menargetkan pengerjaan jalan ini ditargetkan terkoneksi hingga 2024 mendatang. Tahun ini merupakan tahun terakhir dalam proses penataan jalan. Rudi menyebutkan penataan jalan hingga Simpang BPOM Nongsa ditargetkan tahun ini.
BACA JUGA:Â Jaga Stabilitas Keuangan dan Sikapi Perekonomian Global, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga 25 bps
“Kurang lebih 800 miliar anggaran disiapkan untuk penataan jalan Nongsa ini. Penataan jalan sudah dimulai tahun lalu. Jadi tahun ini akan dilanjutkan, dan diharapkan Desember 2023 selesai untuk wilayah Nongsa,” katanya.
Ia mengakui tahun ini wilayah Nongsa menjadi prioritas untuk dikerjakan. Pengerjaan tidak saja meliputi jalan, namun juga Bandara. Terminal lama saat ini akan ditingkatkan, pembangunan terminal baru juga akan dimulai.
“Total Rp 6,8 triliun untuk peningkatan infastruktur bandara, agar bisa menjadi bandara berstandar internasional dan bisa dikunjungi 40 juta orang di masa depannya,” terangnya.
Ia berharap pengerjaan infrastruktur ini tidak ada kendala, sehingga kota baru yang diimpikan bisa tercipta.
“Ini tahun terakhir saya memimpin. Jadi saya harapkan pengerjaan maksimal, dan bisa terwujud Batam yang indah setelah semua jalannya dibangun dengan lebar,” katanya. (*/man)


