“Paling pembeli cuma ngeluh harganya naik, tapi mereka tetap beli. Cuma jumlahnya aja dikurangi dikit,” ujar Nia Rama.
Kenaikan harga telur ini juga bisa dijumpai di ritel-ritel modern. Terpantau harga telur ayam yang semula dapat dibeli paling murah seharga Rp 12 ribu per 10 butir, kini dijual Rp 20 ribu per 10 butir di ritel modern.
BACA JUGA:Â Laksamana Yudo Margono Akan Mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Setelah Ditunjuk Jadi Panglima TNI
Naiknya harga telur ini turut dirasakan oleh warga, terutama yang sehari-hari berjualan kue atau makanan. Mereka mengeluhkan harga telur ayam yang masih tinggi cukup berdampak pada kualitas produk makanan yang dijualnya.
“Saya jualan martabak telur, itu paling banyak pakai telur ayam. Kalau harga naik, mau nggak mau ukuran martabaknya dikecilin dikit,” ujar Watik, seorang warga Tiban.
Namun, meski tinggi, Watik mengakui tetap rutin membeli telur per papan karena itu merupakan kebutuhan berjualan dan rumah tangganya. Ia hanya berharap, dalam waktu dekat harga telur ini bisa kembali turun dan stabil seperti sedia kala.
Hal yang sama juga terjadi di pasar Legenda, bahwa harga telur mengalami kenaikan. “Meskipun naik tapi masih dibeli warga,” kata pedagang di sana. (*/man)


