Sunday, February 22, 2026
HomeBatamAdaro Group Investasi PLTS Di Batam Senilai Rp30 Triliun, Bisa Ekspor Listrik...

Adaro Group Investasi PLTS Di Batam Senilai Rp30 Triliun, Bisa Ekspor Listrik Ke Negara Tetangga

Direktur Adaro Energy Syah Indra Aman mengatakan menggantikan listrik yang diproduksi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi energi baru dan energi baru terbarukan merupakan suatu tantangan. Indra menilai kebutuhan Indonesia untuk menghasilkan listrik masih bergantung pada batu bara. 

“Memerlukan waktu dan memerlukan proses sehingga kita bisa menghilangkan ketergantungan kita terhadap batu bara,” ujar Indra dalam Public Expose 2022 pada Senin (12/9/2022). 

Hal senada juga diutarakan oleh Chief Financial Officer Adaro Energy Lie Luckman. Luckman menilai mengganti energi dari batu bara menjadi energi baru terbarukan memerlukan waktu. 

Luckman menilai perlu juga melihat kondisi perekonomian apakah teknologi energi terbarukan sudah mencapai tahap yang seimbang dengan harga energi dari batu bara. Selain itu Luckman mengatakan ADRO memiliki kontrak dengan semua Independent Power Producer (IPP) atau pembangkit tenaga listrik di Indonesia. 

Hal ini lantas membuat ADRO diwajibkan untuk memenuhi produksi batu bara. “Jadi kita sambil jalan sambil liat tapi yang pasti adalah yang kita fokus adalah Adaro jangan sampai ketinggalan dalam melakukan transformasi ini,” ujar Luckman. Adaro berupaya untuk menangkap peluang pada sektor green economics atau ekonomi hijau. Adapun beberapa langkah telah disiapkan untuk menangkap peluang tersebut. (Red)

 

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI