Dikatakannya, wisuda daerah UT secara luring pada 2022 ini dimungkinkan berkat program vaksinasi dan kepatuhan bersama dalam melaksanakan protokol kesehatan. Tanpa itu, prosesi wisuda tetap akan berlangsung secara daring.
Wisuda secara luring 2022 merupakan acara sudah lama dinantikan wisudawan wisudawati dan keluarga. Karena itu, semuanya patut berbangga atas kondisi yang ada.
“Saya yakin, ini adalah momen paling membanggakan dan membahagiakan para wisudawan dan wisudawati karena sudah sampai pada titik pembuktian bahwa pembelajaran jarak jauh yang mereka jalani dapat diselesaikan dengan hasil yang memuaskan,”katanya.
BACA JUGA:Â Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan, PSSI Harus Bertanggung Jawab
Pada kesempatan sama, ia menyampaikan kedepan berbagai terobosan dan inovasi jarak jauh di UT terus dikembangkan baik layanan maupun produk akademik.
“Inovasi pembelajaran jarak jauh yang telah dikembangkan menjadikan UT sebagai perguruan tinggi yang modern, luwes, terjangkau dan berkualitas. UT telah memiliki beragam jenis layanan bantuan belajar online learning yang sesuai kebutuhan dan gaya belajar mahasiswa masa kini, seperti tutorial online, tutorial webinar, tutorial radio dan tutorial speaking,”katanya.
Ditekankan dia, sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT dapat meningkatkan penguasaan teknologi dan informasi bagi mahasiswa. Hal itu memang mutlak karena penguasaan teknologi informasi sangat penting dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas SDM.
Ia mengatakan, mahasiswa dan wisudawan patut berbangga menimba ilmu di Universitas Terbuka. Pasalnya, UT telah menjadi rujukan perguruan tinggi lain dalam pengelolaan online learning.
“Berbagai kerjasama dengan perguruan tinggi lain telah dilakukan untuk dapat memanfaatkan learning management system UT, dan itu tentunya akan semakin memantapkan peran UT di tengah-tengah masyarakat,”pungkas Paken Pandiangan.
Dalam wisuda tersebut ada empat orang peraih nilai terbaik yakni Chandra dari jurusan Ilmu Hukum, IPK 3,97. Desy Daniyati dari jurusan Manajemen, IPK 3,90. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) diraih oleh Muhammad Zainul Amin jurusan PGSD dengan IPK 3,57. Fakultas Sains dan Teknologi diraih oleh Yulius Danang Winarto dari jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, IPK 3,00. (*/man)


