HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Bahaya mengonsumsi terlalu banyak gula sudah tak asing lagi di telinga. Mulai dari kerusakan gigi, penyakit diabetes tipe 2, lemah jantung, hingga obesitas jadi sederet risiko terlalu banyaknya kadar gula dalam tubuh.
Tak dimungkiri berbagai jenis minuman manis memang sangat mudah didapatkan di berbagai tempat, dari yang harganya murah sampai mahal. Bahkan tak jarang, minuman kemasan tren saat ini dan seringkali diminta less sugar pun rasanya masih manis.
“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming zero atau less sugar. Karena biasanya ada gula pengganti sukrosa untuk memberikan rasa manis.”
Memang tingkat rasa manis seseorang berbeda-beda, namun tetap saja demi alasan kesehatan ada batas aman minuman manis yang sebaiknya ditaati.
BACA JUGA :Â Tanjungpinang Datangkan Satu Setengah Ton Cabai dari Jawa Tengah untuk Tekan Inflasi di Kepri
Alasannya? Kebanyakan gula, termasuk minuman manis bisa menimbulkan berbagai bahaya kesehatan.Â
Sayangnya kadar gula dalam makanan terlalu sulit untuk dihindari. Secara alami, gula kerap ditemukan di sebagian besar bahan makanan. Meski tampak sehat, tapi kadar gula pada makanan dan minuman sehari-hari masih sering mengkhawatirkan masyarakat luas yang belum paham akan kadar konsumsi gula yang aman.
“Gula itu ada di berbagai bahan makanan, dari nasi, buah, bahkan makanan lainnya, dan jumlahnya berbeda-beda,” kata Ika Setyani, Ahli Gizi dan Humas Asosiasi Dietesien Indonesia pengurus daerah Jakarta (ASDI Jakarta)Â
Lalu sebenarnya berapa batas minum minuman manis dalam sehari?
“Nah kadar gula ini juga sudah masuk dalam hitungan gula yang masuk dalam tubuh setiap hari. Hanya saja setiap hari kan orang pasti masih makan camilan manis dan juga minum minuman manis. Ini yang seringkali kelebihan.”
Jadi salah satu cara yang paling mudah untuk mengurangi asupan gula adalah dengan menerapkan batas aman minuman manis dalam sehari. Salah satunya dengan mengurangi minuman kopi tren, minuman bersoda, minuman kemasan, dan lainnya.


