HARAPANMEDIA.COM, JAKARTA – Realisasi pertumbuhan ekonomi RI jauh dari kekhawatiran sejumlah lembaga internasional, seperti Bank Dunia dan IMF, terhadap ancaman resesi ekonomi global di tengah lonjakan inflasi global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beberapa faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi RI. Salah satunya, pelonggaran aktivitas masyarakat yang ikut mendongkrak konsumsi masyarakat.
Konsumsi rumah tangga berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, yaitu 51,47 persen. Konsumsi tercatat tumbuh 5,51 persen secara tahunan didukung oleh perayaan Idulfitri pada Mei lalu.
BACA JUGA :Â OCBC NISP Berikan Pembiayaan Bunga 0 Persen untuk Mitra UMKM
Faktor lainnya, yakni kinerja ekspor yang melesat hingga 19,74 persen. Kinerja ekspor mengilap karena lonjakan harga sejumlah komoditas unggulan, seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit.
“Gangguan rantai pasok dunia berdampak pada kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia dan memberikan windfall (durian runtuh) terhadap kinerja ekspor,” ungkap Kepala BPS Margo Yuwono, Jumat (5/8).
Faktor berikutnya, kinerja impor ikut meningkat 12,34 persen, terutama untuk bahan baku yang diperlukan industri dalam negeri.
Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengingatkan kendati ekonomi RI tumbuh mengilap, namun tidak jadi jaminan ekonomi Indonesia bebas dari ancaman resesi.


