BACA JUGA:Â Taman Gurindam Tanjungpinang Disulap Jadi Kawasan Kuliner Bergengsi
Bahkan, pihaknya mengaku terbuka jika ada pihak swasta maupun komunitas lainnya yang ingin mengembangkan BJF menjadi event musik yang lebih besar lagi.
“Silakan, dalam hal ini Pemerintah Kota Batam hanya sebagai katalisator dan pendorong agar event-event semacam ini terus digelorakan,” ujar Ardi.
Ke depan, pihaknya juga berencana agar acara musik seperti BJF ini bisa digelar di berbagai destinasi wisata di Kota Batam, seperti Pulau Putri, Nongsa, dan destinasi wisata lainnya.
Acara BJF ini juga diramaikan dengan tenant kuliner kekinian. Beragam makanan dan camilan seperti corn dog, Korean street food, ketan durian, kebab dan lain sebagainya, juga makin membuat pengunjung betah berlama-lama dan nyaman nongkrong sembari mendengarkan musik di lokasi.
“Acara BJF ini berlangsung mulai pukul 17.00-22.00, dan pengunjung juga tidak dipungut biaya,” tambah Ardi.
Ardi menambahkan, kegiatan ini sekaligus sebagai bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf), salah satunya musik.
Ia berharap, digelarnya BJF ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Terlebih, saat ini wisman sudah mulai berdatangan ke Kota Batam.
“Semoga makin banyak atraksi wisata yang diadakan di Kota Batam, sehingga sektor pariwisata kembali bangkit dan menjadi daya dorong pergerakan ekonomi kawasan,” tuturnya. (*/man)


