“Sebagaimana kita ketahui ekonomi kreatif merupakan pendukung perkembangan pariwisata di tengah keterpurukan sektor pariwisata sebagai dampak dari wabah covid-19 yang melanda dunia saat ini perlu terobosan dan inovasi-inovasi yang dapat mengangkat kembali sektor pariwisata yang tentunya akan meningkatkan sektor perekonomian negara,” ungkap Rahma.
Selain itu Rahma juga mengatakan di era digitalisasi salah satu inovasi adalah membangun branding pariwisata dan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan sosial media dan teknologi informasi.
“Pelaku kreatif dan pelaku pariwisata harus dapat membranding usahanya supaya dikenal oleh konsumen untuk memberikan perspektif yang baik kepada orang yang melihatnya salah satunya dengan tampilan foto yang menarik,” tambahnya.
BACA JUGA:Pastry Peluang Besar untuk Bekerja, 150 Peserta Bertarung Dalam Ajang Pastry Festival
Rahma berharap melalui pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan pelaku pariwisata dan pelaku eksraf di era digitalisasi.
“Harapan kita bersama, mudah-mudahan melalui kegiatan ini branding yang dibangun oleh setiap pelaku usaha mampu memberikan penambahan penghasilan dan sebagai upaya pemulihan ekonomi di Kota Tanjungpinang,”katanya.
Rahma mengimbau, kepada seluruh pelaku usaha agar setiap kesempatan harus melakukan branding yang baik dan melakukan inovasi-inovasi agar usaha yang dimiliki mampu bersaing secara nasional maupun internasional.
“Teruslah berinovasi dan berkarya agar hasil produk yang kita miliki mempunyai daya tarik yang baik terhadap apa yang telah kita laksanakan pada hari ini semoga seluruh pelaku usaha, homestay dan juga fotografer harus bersinergi agar masyarakat luas mengetahui Kota Tanjungpinang, serta tertarik untuk berkunjung ke tempat kita dengan semua keistimewaan yang kita miliki,” pungkasnya. (*/man)


