Tomasina John adalah satu dari ribuan warga yang ikut antre bantuan makanan untuk pertama kalinya.
John mengatakan sebelumnya kebutuhan keluarganya yang memiliki empat anak sangat tercukupi, karena suaminya memiliki penghasilan sebagai pekerja konstruksi. Namun, sekarang penghasilan sang suami tak lagi cukup karena lonjakan harga-harga yang tajam di AS.
“Sekarang tidak mungkin bisa cukup tanpa bantuan. Harganya terlalu tinggi,” ujarnya seperti dikutip Associated Press.
Warga lainnya yakni Diane Martinez, bahkan rela berjalan kaki untuk ikut antre bantuan makanan.
“Harga makanan sangat tinggi dan terus naik setiap hari,” kata dia.
Diketahui, lonjakan inflasi yang terjadi di AS bermula dari perang Rusia-Ukraina. Ketegangan antar kedua negara ini memberikan dampak buruk bagi dunia.
Kondisi geopolitik ini menyebabkan krisis beruntun mulai dari energi, kemudian berlanjut ke krisis pangan dan juga krisis keuangan. (Red)


