Friday, February 20, 2026
HomeINTERNASIONALMencekam, 5 Negara Eropa Mulai Teriak Krisis Akibat Perang Rusia-Ukrania

Mencekam, 5 Negara Eropa Mulai Teriak Krisis Akibat Perang Rusia-Ukrania

HARAPANMEDIA.COM, JAKARTA – Dampak perang antara Rusia dan Ukraina kini mulai menimbulkan kepanikan akan kemungkinan krisis energi yang harus dihadapi oleh sejumlah negara di Eropa. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol kepada Der Spiegel yang dikutip kembali oleh Reuters.

Menurutnya, negara di kawasan tersebut terancam kekurangan stok bahan bakar pada musim panas tahun ini akibat pasar minyak dunia yang makin ketat.

“Ketika musim liburan utama dimulai di Eropa dan AS, permintaan bahan bakar akan meningkat. Kemudian kita bisa melihat kekurangan: misalnya dengan solar, bensin, atau minyak tanah, khususnya di Eropa,” tuturnya.

BACA JUGA :Sirkuit F1 Bintan Bakal Menjadi Venue Berkonsep Hijau

Birol juga memperingatkan bahwa krisis energi saat ini jauh lebih besar daripada guncangan minyak pada 1970-an. Selain itu, kekurangan bahan bakar kali ini berpotensi berlangsung lebih lama.

“Saat itu hanya tentang minyak. Sekarang kita mengalami krisis minyak, krisis gas, dan krisis listrik secara bersamaan,” tambahnya.

Adapun, kekhawatiran tersebut datang di tengah langkah drastis Uni Eropa yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia berupa embargo minyak. Sebanyak 90% pasokan minyak Negeri Beruang Merah ke Benua Biru akan dihentikan.

BACA JUGA :Diidap Tjahjo Kumolo, Berikut Gejala Infeksi Paru-paru

Berikut daftar negara-negara yang berada dalam krisis energi akibat perang Rusia-Ukraina, dihimpun dari berbagai sumber:

1. Swedia

Badan Energi Swedia telah mengumumkan “peringatan dini” soal pasokan gas di negara itu. Ini merupakan status siaga pertama akan situasi krisis, diikuti “peringatan” untuk level lebih tinggi dan “darurat” untuk level sangat tinggi.

Swedia sendiri menjadi salah satu negara yang sangat bergantung pada gas Rusia. Di sisi lain, Rusia mulai mengurangi pasokannya ke Eropa, termasuk ke Swedia.

BACA JUGA  Srikandi PLN Batam Salurkan Bantuan Komputer ke Sekolah, Ajak Anak Tidak Lakukan Perundungan

“Swedia dan Denmark memiliki pasar gas dan zona keseimbangan bersama, di mana situasi pasokan Denmark sangat penting bagi Swedia,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Oleh karena itu Badan Energi Swedia telah memutuskan untuk mencerminkan keputusan Denmark pada tingkat krisis.”

BACA JUGA :Polda Gagalkan Penyelundupan 42 PMI yang Akan Dikirim ke Malaysia, Tetapkan Satu Tersangka Pengurus di Batam

2. Jerman

Jerman berencana untuk menyalakan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU). Hal ini terjadi karena situasi pasar gas yang memburuk akibat pembatasan pasokan gas Rusia.

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI