Bos Pambil Grup itu mengatakan untuk keperluan kebutuhan di Batam, perlu bisnis to bisnis melakukan ini. Warga Ikabtu harus lebih teliti mendata berapa banyak jeruk di Tapanuli Raya yang bisa dipasok ke Batam dan berapa kebutuhan warga di sini. Berapa cabai, berapa kentang, perlu dilihat dan disesuaikan dengan kebutuhan di sini.
“Kita harus memberikan dorongan kepada pengurus Ikabtu sehingga bisa cepat melakukan langkah yang tepat. Siapa toke cabai, siapa toke bawang dan lainnya harus dilakukan pendekatan bisnis to bisnis agar sektor perekonomian di Taput dan warga Ikabtu bisa bangkit,” katanya.
Ia juga meminta Bupati perlu memberikan perlindungan, selain itu bagi warga Ikabtu yang belum paham berbisnis bisa mengajak para pedagang di Toss 3000 untuk kerjasama. Para pedagang itu harus dirangkul dulu sambil belajar secara bertahap.
Ketika ditanya masalah modal untuk tahap awal, Johanes Kennedy menyebut sebagai pengusaha harus bisa meyakinkan bahwa bisnis yang dilakukan visibel.
Tidak harus punya modal besar. Bayangkan membangun sebuah rumah tidak bisa langsung sekaligus, tapi pelan-pelan dan dalam bisnis ini begitu juga, pasti ada yang memberikan modal asalkan bisa meyakinkan dan bisa menjaga kepercayaan.

Sementara itu, Penasehat Ikabtu Maju Bersatu, Sahat Sianturi menyebut agar Ikabtu bisa dijaga dengan baik. “Jangan sampai ini sia-sia, kita ingin agar hubungan Batam dengan Taput bisa berjalan lancar dan kita harus kompak agar bisa berkontribusi,” katanya.
Ketua Ikabtu Maju Bersatu, Roma Nasir Hutabarat mengatakan harus bergerak, maju dan bersatu untuk Tapanuli dan NKRI.
“Suatu negara bisa maju karena masyarakatnya yang berkontribusi bukan karena pemimpinannya. Kita harus ada rencana ke depan dan kita tampil beda dengan organisasi lain,” katanya.
Pengusaha yang sudah 19 tahun menggeluti bidang properti ini menyebut harus ada terobosan yang akan dikerjakan Ikabtu.
“Saya sudah lama meninggalkan Taput ketika saya pulang saya melihat kondisi perekonomian warganya tidak banyak yang berubah. Padahal banyak hasil pertanian di sana dan itu bisa kita kerjasamakan dengan warga Ikabtu yang ada di Batam,” katanya saat Rakerda 1 Ikabtu, Minggu (26/6/2022).
Ikabtu hadir di sini untuk memberikan terobosan agar hasil-hasil dari Tapanuli Raya bisa masuk ke Batam.
“Kita akan buat rute pengiriman barang dari Medan ke Batam sambil menunggu kejelasan transportasi dari Bandara Internasional Silangit ke Batam, tergantung mana yang lebih baik untuk pengiriman barang bahan pokok ke Batam,” paparnya.
Selain itu Ikabtu akan bergerak di bidang sosial dan ekonomi. Dalam jangka pendek program kerja ada beberapa yang akan dilakukan seperti membuat Ikabtu fitnes center, Ikabtu club fitting, dan lain-lain.
” Kita mulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu untuk keperluan Ikabtu dan ada beberapa program yang akan kita lakukan,” kata Roma Nasir. (*/man)


