Khusus hewan kurban, kata Yoni, beberapa hari menjelang Iduladha akan diperiksa kembali kesehatannya sebelum dibawa pembeli ke tempat kurban.
“Nanti kalau sudah dinyatakan sehat, akan diberi label sehat dan layak. Sekarang, masih ada hewan dalam proses pengiriman,” ujarnya.
BACA JUGA:Â Empat Tahun di Batam, Imigrasi Deportasi Seorang WN China yang Langgar Izin Tinggal
Sampai saat ini, lanjut Yoni, hewan kurban yang masuk ke Tanjungpinang masih berasal dari dalam Provinsi Kepri, yaitu Natuna dan Anambas sebanyak 177 ekor sapi dengan proses pengiriman sebanyak tiga tahap.
“Akan masuk lagi tambahannya. Dasar masuknya hewan kurban itu harus ada permintaan dari pedagang,” ucapnya.
Pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada petugas, pedagang dan peternak agar betul-betul mewaspadai hewan yang terinfeksi virus PMK.
“Kami sementara ini tidak menerima sapi dari luar Provinsi Kepri untuk mencegah masuknya wabah PMK,” katanya. (*/man)


