Tempat ketiga, pusat data nasional juga akan dibangun di ibukota Indonesia yang baru, Kalimantan Timur. Sehingga bisa melayani pusat data pemerintahan yang baru.
Selanjutnya tempat keempat, pusat data nasional juga akan dibangun di Labuan Bajo. Karena penggelaran fiber optik di wilayah Selatan menghubungkan Indonesia bagian Barat dengan Timur melalui wilayah Selatan.
“Jadi dari Jakarta, Jawa, dihubungkan ke Bali Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Tenggara, dan disambung Timika Papua,” katanya.
Ia berharap konsumsi data perkapita di Indonesia bisa semakin meningkat. Pemerintah membangun pusat data akan memberikan dorongan. Konsumsi data di Indonesia bertumbuh sangat cepat.
“Ini juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang sangat cepat,” katanya.
BACA JUGA:Â Festival Budaya Tionghoa di Tanjungpinang Bisa Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi
Seperti diketahui pusat data adalah gudang penyimpanan data secara digital. Wali adalah kementerian atau lembaga yang ditunjuk.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menuturkan Kawasan Nongsa merupakan wilayah yang strategis. Berbatasan dengan wilayah Singapura, Malaysia dan lainnya.
“Ketika Kawasan Nongsa menjadi pusat data nasional tentu saja akan memberikan support yang luar biasa untuk melengkapi infratruktur digital. Pemko Batam sangat mendukung pembangunan ini,” katanya.
Amsakar melanjutkan Pemko Batam siap mendukung perihal perizinan dan fasilitas. Apalagi saat ini pihaknya tengah melebarkan jalan di Kawasan Nongsa. (*/man)


