HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Warga Kampung Tua, Tanjung Gundap , Kecamatan Tembesi, Sagulung sudah sering mengusulkan agar jalan masuk ke wilayahnya diperbaiki. Namun hingga kini jalan masih jalan tanah, ketika hujan turun maka jalan ini akan licin dan berlumpur.
Jalan menuju Kampung Tua Tanjung Gundap, kini kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat hujan turun. Jalan yang baru dilakukan pematangan lahan tersebut, yang dulunya menggunakan bouksit, saat ini bouksitnya sudah banyak yang tergerus air hujan.
Bahkan untuk jalan yang kondisinya sedikit tinggi, tanah bouksitnya sudah banyak yang terbawa air. Parahnya lagi di badan jalan sudah ada alur air, yang cukup dalam dan air mengalir dari sana saat turun hujan.
BACA:Â Kapal Kargo Tabrak Tongkang di Perairan Nongsa, Tongkang Pembawa Granit Nyaris Karam
Kampung Tua Tanjung Gundap, merupakan salah satu Kampung yang sudah disetujui di Kota Batam, dimana Kampung Tua tersebut menjadi pengingat sejarah, di tengah kemajuan Kota Batam.
Untuk mempertahankan perkampungan penduduk asli pulau Batam, beberapa daerah di Kota Batam, dicatat sebagai Kampung Tua, dimana kampung tersebut tidak bisa diganggu dan harus dipertahankan sebagai kampung tua tempat warga lama penduduk asli pulau Batam.
Tanjung Gundap sendiri jaraknya dari jalan raya trans Barelang kurang lebih tiga kilometer, masuk ke dalam dan berada di bibir pantai.
Kampung ini sudah berdiri puluhan tahun dan setelah Kota Batam menjadi kota administrasi, dan Sagulung menjadi Kecamatan masyarakat sekitar sudah mengajukan pembangunan jalan. Namun sampai saat ini jalan ke Kampung Tua tersebut belum juga terealisasi.
Warga setempat berharap jalan tersebut bisa dibangun agar ekonomi masyarakat bisa bertumbuh.
Seperti diberitakan sebelumnya, selama 23 tahun diajukan dalam setiap Musyawarah Pembangunan (Musrembang) tingkat Kelurahan dan Kecamatan, namun jalan masuk ke Kampungtua Tanjung Gundap belum juga terealisasi.
Jalan menuju Kampung Tua dari jalan Trans Barelang panjangnya kurang lebih tiga kilometer, dimana jalan tersebut masih tanah dan jalan itu juga diketahui dibuka oleh perusahaan yang ada di Tanjung Gundap.
Setiap hujan turun, warga selalu waswas saat keluar masuk dari kampung ke kota. Saat hujan turun kondisi jalan cukup licin, yang dikhawatirkan bisa membuat pengendara jatuh.
Tidak sedikit pengendara yang jadi korban jatuh saat melintas di jalan tersebut.”Mirisnya lagi anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Tanjung Gundap, dari Barelang, sekolah di Tanjung Gundap, harus melewati hutan dan jalan licin saat hujan, dan berdebu saat panas. Saat berangkat dan pulang sekolah.


