BACA:Â LPEI dan Bank IBK Indonesia Kolaborasi Beri Jaminan Kredit dan Proteksi Piutang Dagang
“Jika produknya berkualitas dan memenuhi standar Industri migas, kita akan supporting terus dan ini tidak main-main,” tegas Erwin.
Pada inspeksi ini, SKK Migas dan KKKS mendatangi tiga perusahaan lokal di Batam, di antaranya A-S-L Shipyard Indonesia, Toemoe Valve dan perusahaan pipa seamless, Rainbow Tubulars Manufacture.
Saat inspeksi ini diketahui, ada perusahaan lokal yang mampu memproduksi dengan kandungan lokal hinggal 80 persen seperti yang dimilki A-S-L Shipyard Indonesia.
BACA:Â Roby Lantik 20 ASN Jadi Penjabat Kepala Desa, sampai Pilkades Serentak Dilakukan September 2022
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan pada forum kapasitas nasional di Batam, perusahaan-perusahaan lokal tersebut akan didorong untuk lebih berperan dan bersaing secara lebih profesional, sehingga dapat berpartisipasi di Industri hulu migas yang memiliki standar kerja keteknikan yang tinggi.
“Banyak perusahaan lokal di Batam yang sebenarnya memiliki potensi di proyek-proyek hulu migas dan ini sangat beruntung karena perusahaan tersebut beroperasi di Indonesia,” tambah Rikky. (*/man)


