Sementara itu, penerimaan pajak hotel bergerak lambat usai bulan puasa, yakni baru mencapai Rp 23,9 miliar atau sekitar 18,16 persen. Keseluruhan capaian PAD pun baru mencapai 23,26 persen, atau sekitar Rp 376 miliar.
“Memasuki semester dua ini, kami berharap sektor properti yang bergeliat. Ditambah lagi, kemudahan akses masuk orang asing saat ini, diharapkan menambah tingkat okupansi hotel,” jelas Raja.
Pihaknya juga berharap mendekati akhir Semester 1 ini capaian PAD mendekati 50 persen. Namun kemungkinannya masih fluktuatif, mengingat kondisi perekonomian di Batam masih belum sepenuhnya normal.
Selain itu, ada juga beberapa sektor PAD yang masih nol, seperti pendapatan retribusi perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan retribusi izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. Kedua sektor ini, terutama IMTA, masih dipengaruhi Peraturan Daerah (Perda) Retribusi Daerah yang hingga kini belum mendapat persetujuan provinsi.
“Perda itu kami masih menunggu persetujuan Gubernur Kepri. Saat ini dana retribusi IMTA masih di pusat, selama Januari sampai sekarang kita loss lumayan banyak,” jelas Raja. (*/man)


