Saiful menambahkan, ada tiga persyaratan yang telah ditetapkan dari pihak Arab Saudi, di antaranya, calon jemaah haji yang boleh berangkat adalah yang berusia di bawah 65 tahun. Kemudian, calon jemaah haji juga wajib telah divaksin dosis lengkap (dosis satu dan dua), serta menerima hasil negatif tes PCR maksimal 72 jam sebelum keberangkatan.
BACA:Â Kepri Dianggap Berhasil Vaksin Mencapai 97 Persen, Mabes Polri Apresiasi Polda Kepri
“Khusus haji kali ini memakai dua penerbangan, yaitu Garuda dan Saudi Airlines. Tapi untuk embarkasi Batam nanti memakai Saudi Airlines dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam,” tambah Saiful.
Keberangkatan terdiri dari 12 kloter, dengan masing-masing kloter sekitar 450 orang. Empat kloter calon jemaah haji dari Provinsi Kepri dan Kalbar akan menginap terlebih dahulu di Asrama Haji Batam Center. Kloter pertama menginap tanggal 14 Juni, dan langsung berangkat di tanggal 15 Juni 2022. Sementara itu, jemaah dalam 8 kloter dari provinsi lainnya akan langsung berangkat dari Bandara Hang Nadim Batam.
Gubernur Kepri, yang saat itu diwakili Asisten I Pemerintah Provinsi Kepri, Raja Heri Moehrizal, berharap, PPIH dapat mengawal pelaksanaan ibadah haji dengan lancar, dan mengawasi protokol kesehatan yang dijalankan jemaah haji.
“Pelayanan ibadah haji, tiap tahun pasti kami sempurnakan. Harapannya setiap jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan tertib dan nyaman,” ujar Raja Heri.
Pelantikan PPIH pun dilanjutkan dengan food testing, atau meninjau menu makanan yang akan diberikan kepada calon jamaah haji pada saat keberangkatan dan kepulangan. Konsumsi makanan dan minuman ini disediakan oleh perusahaan Aerofood Catering Service.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, calon jemaah haji tahun ini akan diberikan tiga kali hidangan makan dengan berbagai menu yang bisa dipilih. Pihak panitia haji, dalam hal ini, berpesan agar menu makanan tidak terlalu pedas atau berasam agar tidak mengganggu perjalanan calon jemaah haji. (Man)


