HARAPANMEDIA.COM, JAKARTA – Mengutip Healthline, paru-paru adalah sistem organ yang luar biasa bahkan dalam beberapa kasus, memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
Namun merokok menjadi salah satu penyebab kerusakan pada paru-paru yang sehat. Ini terjadi karena kandungan ribuan bahan kimia beracun dari nikotin hingga karbon monoksida yang terkandung dalam rokok.
Saat berhenti merokok sebenarnya paru-paru dapat mulai membersihkan diri dari racun yang menumpuk dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi untuk kembali normal. Orang yang merokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan banyak penyakit kronis, seperti: Penyakit jantung Diabetes Tekanan darah tinggi Kanker PPOK.
BACA:Â Waspadai Hepatitis Akut Yang Serang Anak-anak Menular Lewat Asupan Makanan
2 jenis kerusakan permanen pada paru-paru, yaitu: Empisema Pada emfisema, kantung udara kecil di paru-paru, yang disebut alveoli, dapat hancur, yang mengurangi luas permukaan paru-paru. Paru-paru kemudian tidak dapat menukar oksigen yang dibutuhkan tubuh Anda.
Bronkitis kronis Bronkitis kronis dapat menyebabkan saluran udara kecil yang mengarah ke alveoli menjadi meradang, sehingga menghambat oksigen mencapai alveoli. Jika emfisema dan bronkitis kronis terjadi bersama-sama, kondisi ini dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Saat berhenti merokok, paru-paru mulai perlahan beregenerasi untuk menyembuhkan diri. Kecepatan penyembuhan paru-paru itu tergantung pada berapa lama seseorang merokok dan seberapa parah kerusakan yang terjadi.
BACA:Tingkat Hunian Hotel di Batam Naik, Jumlah Wisatawan yang Masuk Meningkat Didominasi Singapura


