Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berencana membangun 108 ruang kelas baru (RKB) di sejumlah SMA dan SMK di Kota Batam.
Rencana ini menggunakan dana alokasi khusus (DAK) sebagai persiapan daya tampung siswa di PPDB yang akan datang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung mengakui, daya tampung sekolah di Kota Batam masih bermasalah. Setiap PPDB pasti bergejolak karena kuota daya tampung sekolah tidak seimbang dengan jumlah siswa yang akan masuk.
“Setiap tahun pasti bermasalah karena daya tampung yang terbatas. Tahun ini kita coba urai secara perlahan dengan penambahan 108 RKB di sekolah-sekolah yang ada melalui DAK,” ujar Andi Agung.
Selain anggaran DAK, ada juga penambahan RKB untuk dua sekolah baru melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dua sekolah tersebut adalah SMAN 27 dan SMAN 28 Batam yang memang baru tersedia dua lokal di masing-masing sekolah.
BACA:Â Penumpang Singapura Masuk Batam Terus Meningkat, Sebulan Tembus 11.217 Orang
Butuh anggaran yang lebih besar untuk penambahan lokal yang sesuai dengan kebutuhan di lingkungan sekitar.
Selain menambahkan RKB tersebut, Andi juga menyerukan kepada pengelola sekolah swasta untuk melakukan persiapan serupa. Sekolah swasta harus memiliki mutu pendidikan yang baik sehingga diminati masyarakat.
“Kawan-kawan dari swasta juga harus persiapkan dengan baik. Bagaimanapun sekolah negeri tak mampu semua anak di Batam ini. Mutu pendidikan di sekolah harus ditingkatkan biar diminati. Banyak kok sekolah swasta yang siswanya membludak karena mutu pendidikannya bagus. Harus bisa bersaing,” katanya. (man)


