Friday, February 20, 2026
HomeINTERNASIONALKemungkinan Yang Terjadi Jika Rusia Setop Gas Ke Seluruh Eropa

Kemungkinan Yang Terjadi Jika Rusia Setop Gas Ke Seluruh Eropa

2. Ada Alternatif Lain?

Eropa menyebutkan bahwa mereka sudah mulai menyiapkan beberapa alternatif. Hal ini juga sebenarnya telah dilakukan Benua Biru itu sebelum serangan Rusia ke Ukraina.

Norwegia, yang merupakan produsen gas alam terbesar di Eropa, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan peningkatan produksi. Dari seberang samudra, Amerika Serikat (AS) menyatakan akan bekerja untuk menyuplai 15 bcm ke Eropa.

Untuk wilayah Selatan Eropa akan dibantu oleh jaringan distribusi gas dari Azerbaijan. Gas itu akan disalurkan melalui pipa Trans Adriatik ke Italia dan Pipa Gas Alam Trans-Anatolia (TANAP) melalui Turki.

Selain itu, UE juga sedang mencari pasokan gas dari Qatar. Brussels memprediksi bila pasoka gas Qatar dan AS digabungkan, maka mereka akan mendapat 60 bcm per tahunnya.

3. Mencari Sumber Baru?

Beberapa negara berusaha untuk mengisi kesenjangan dalam pasokan energi dengan beralih ke impor listrik, meningkatkan pembangkit listrik nuklir, membangun pusat energi terbarukan, dan juga memperpanjang masa beroperasinya pembangkit batu bara.

Proyek angin dan surya baru di Eropa dapat menggantikan 20 bcm permintaan gas tahun ini. Kapasitasnya akan ditambah tiga kali lipat pada tahun 2030 dengan meningkatkan 480 GW angin dan 420 GW energi matahari. Bila ini dilakukan. pada 2030 Eropa dapat menghemat 170 bcm per tahun.

“Menurunkan termostat sebesar 1°Celcius dapat menghemat tambahan 10 bcm tahun ini, sementara pada tahun 2030, mengganti boiler gas dengan 30 juta pompa panas dapat menghemat 35 bcm,” ujar rilis UE.

Sementara itu, dalam jangka waktu dekat, beberapa negara telah mengaktifkan kembali pembangkit batu baranya sejak pertengahan 2021 karena melonjaknya harga gas. (Redaksi)

 

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI