HARAPANMEDIA.COM, – Langkah terbaru Moskow memutuskan untuk menyetop aliran gas ke dua negara Eropa, Polandia dan Bulgaria, memicu kekhawatiran di wilayah Benua Biru bahwa Rusia mungkin saja memutus aliran gasnya ke semua negara.
Pasalnya, Eropa mendapatkan 40% pasokan gasnya dari Rusia, mengirim sekitar 155 miliar meter kubik (bcm) ke wilayah itu tahun lalu.
Hal ini dilakukan karena kedua negara itu menolak untuk membayar gas dengan rubel. Penggunaan mata uang rubel adalah balasan Rusia ke negara-negara yang dianggap tak bersahabat, karena memberi sanksi akibat serangan Kremlin ke Ukraina. Pengumuman sudah diberitahukan sejak akhir Maret.
Lalu apa yang akan terjadi bila Rusia benar-benar memotong aliran gasnya?
1. Resesi?
Beberapa ekonom telah memperingatkan bahwa akan timbul resesi yang cukup tajam bila hal ini dilakukan. Mereka menyebut negara yang akan sangat terdampak oleh hal ini adalah Jerman, yang notabenenya ekonomi terbesar di Benua Biru.
“Jika pasokan gas diputus, ekonomi Jerman akan mengalami resesi yang tajam. Dalam hal kebijakan ekonomi, penting untuk mendukung struktur produksi yang dapat dipasarkan tanpa menghentikan perubahan struktural,” kata Stefan Kooths, wakil presiden dan direktur riset untuk siklus bisnis dan pertumbuhan di Kiel Institute seperti dikutip CNBC International, Kamis.
“Perubahan ini akan mempercepat industri padat gas bahkan tanpa boikot, karena ketergantungan pada pasokan Rusia, yang telah tersedia dengan harga yang menguntungkan hingga saat ini, bagaimanapun juga harus diatasi dengan cepat.”
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan awal bulan ini bahwa kawasan euro akan tumbuh 2,8% di 2022. Ini 1 poin persentase lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang dibuat sebelum Rusia menginvasi Ukraina.
“Gas Rusia itu berbeda. Tantangannya (bila diputus) jauh lebih besar,” kata CEO UBS Ralph Hamers.
“Itu benar-benar karena sebagian besar industri bergantung pada gas sebagai komoditas dasar untuk membuat produk mereka … jadi itulah yang dapat menyebabkan efek turunan, khususnya dalam ekonomi Eropa.”


