Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), wilayah Arktik samudera di dekat kutub utara mengalami peningkatan suhu yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir yang berdampak pada hilangnya 10 miliar ton es di Islandia setiap tahun.
Dengan tingkat pencairan semacam ini, Islandia diprediksi kehilangan seluruh esnya pada 2200.
Selain bongkahan es Islandia, pencairan gletser dan lapisan es di Greenland juga menyebabkan permukaan laut naik di sebagian besar wilayah dunia. Namun, kenaikan ini tidak merata.
Greenland dan wilayah di sekitarnya, yang merupakan tempat pencairan gletser paling sering terjadi, sebenarnya mengalami penurunan permukaan laut.
Segala sesuatu yang memiliki massa memiliki gravitasinya sendiri. Semakin besar massanya, semakin besar gravitasi yang dimilikinya.
“Lapisan es sangat berat sehingga menarik laut ke arahnya, karena gravitasi. Tetapi jika lapisan es mencair, daya tarik ini mulai melemah dan air bergerak menjauh,” kata Thomas Frederikse, seorang mahasiswa postdoctoral di NASA Jet Propulsion Laboratory.
“Semakin jauh Anda dari lapisan es, semakin banyak air yang Anda dapatkan,” tambahnya.
Jika semua gletser di Islandia mencair, hal tersebut akan meningkatkan permukaan laut rata-rata global sebesar 1 sentimeter.
Sedangkan jika es di Greenland mencair, itu akan menambah 7,5 meter ke angka kenaikan permukaan laut global; jika es di Antartika mencair, itu dapat menaikkan permukaan laut hampir 60 meter.
Pemanasan global ini sendiri terkait dengan efek gas rumah kaca akibat penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk sumber energi. Hal ini memicu kenaikan suhu, termasuk di laut.
Ketika air menjadi lebih hangat, molekulnya bergerak lebih cepat dan menyebar lebih banyak, sehingga meningkatkan volumenya. Para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar sepertiga kenaikan permukaan laut global dapat dikaitkan dengan pola ini.
Bukti ilmiah terbaru menunjukkan bahwa meski dunia berhenti memakai bahan bakar fosil hari ini, kenaikan permukaan laut masih terjadi hingga 2050. Namun, emisi di masa depan akan memiliki konsekuensi besar setelah itu.
Jika dunia memanas 3 hingga 4 derajat Celcius di atas level sebelum era industrialisasi, para ilmuwan memperingatkan bahwa rata-rata kenaikan permukaan laut global dapat mencapai 70 sentimeter pada akhir abad, mengancam kelangsungan hidup manusia di beberapa tempat. (Redaksi)


