Sunday, February 22, 2026
HomeINTERNASIONALBentrok di Kawasan Masjid Al Aqsa Yerusalem Sebanyak 150 Orang Terluka, Polisi...

Bentrok di Kawasan Masjid Al Aqsa Yerusalem Sebanyak 150 Orang Terluka, Polisi Israel Tembakkan Peluru Karet

Bagi umat Islam, kompleks Masjid Al Aqsa adalah salah satu tempat suci dan diyakini sebagai bagian dari rangkaian Isra Mi’raj yang di dalamnya turun perintah shalat lima waktu. Sebelum Kabah di Makkah, kiblat shalat juga merujuk ke kompleks ini.

Kompleks Masjid Al Aqsa yang saat ini ada dibangun pada abad ketujuh Masehi oleh Umar bin Khattab di kawasan reruntuhan Kuil Kedua Yahudi yang dihancurkan oleh Romawi. Sebaliknya, bagi umat Yahudi, kawasan ini disebut sebagai Temple Mount, merujuk pada keberadaan dua kuil kuno yang pernah ada di sana.

Mereka menyebutnya sebagai Har HaBayit, Bukit Bait Suci, dalam bahasa Ibrani. Berada di antara dua kutub besar ini ada juga umat Kristiani yang menjadikan kompleks ini sebagai salah satu lokasi penting terkait Isa Al Masih.

Berada di lahan terbuka seluas 14 hektare di sudut tenggara Kota Tua Yerusalem, kompleks Masjid Al Aqsa diduduki Israel pada Perang Enam Hari pada tahun 1967, bersamaan dengan pendudukan Yerusalem Timur yang tak pernah diakui secara internasional.

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kota mereka tanpa terbagi, tetapi Palestina mengklaim kawasan timur Yerusalem sebagai ibu kota Palestina pada masa depan.

Lingkaran kekerasan dari masa ke masa Israel telah mengerahkan pasukan tambahan ke Tepi Barat serta memperkuat tembok dan pagar pembatas kawasan itu setelah empat serangan mematikan terjadi di kawasan pendudukan itu dalam tiga pekan terakhir.

Sejak 22 Maret 2022, tercatat 14 orang tewas dari kawasan itu. Setidaknya 20 orang Palestina juga tercatat tewas dalam periode yang sama. Israel mengumumkan pemblokiran jalur penyeberangan dari Tepi Barat dan Gaza ke Israel diberlakukan pada Jumat dan Sabtu (16/4/2022), dua hari terakhir Pekan Paskah. Mereka juga tidak menutup kemungkinan pemblokiran berlanjut hingga akhir pekan.

BACA JUGA  BP Batam Tampilkan Potensi Investasi Batam di Selangor International Business Summit 2025

Perdana Menteri Israel Naftali Bennet yang pekan lalu kehilangan dukungan mayoritas parlemen, telah memberi kebebasan bagi militer Israel untuk mengalahkan teror di Tepi Barat, kawasan yang diduduki Irael sejak Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Sejarah perseteruan di kawasan ini sejatinya lebih panjang lagi, terutama sejak keberadaan negara Israel yang secara sistematis memperluas pendudukannya pula. TRT World pada 2017 pernah melansir artikel dan video yang meringkas sejarah pendudukan Israel di tanah Palestina ini.

Kompleks Masjid Al Aqsa adalah lokasi yang sensitif baik bagi umat Islam maupun Yahudi. Orang-orang Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks masjid ini tetapi dilarang berdoa di sana karena dikhawatirkan memicu ketegangan dengan jemaah muslim.

Sebagian besar orang Yahudi tidak memasuki kawasan Masjid Al Aqsa karena para rabbi menyatakan bahwa mengunjungi kompleks ini menurut hukum Yahudi adalah terlarang sebab ketidakmurnian ritual. Saat ini, situs tersuci bagi orang Yahudi adalah Tembok Barat, yang merupakan reruntuhan kuil kedua umat Yahudi.

Meski demikian, kalangan ultra-nasionalis Yahudi yang berkeinginan membangun ulang Kuil Ketiga secara teratur mendatangi lapangan terbuka di kompleks masjid dan kadang terlihat diam-diam berdoa.

Kedatangan orang-orang Yahudi itulah yang sering memunculkan keresahan umat Islam di sana. Mereka khawatir Pemerintah Israel akan mengubah aturan terkait kompleks masjid yang sekarang dalam pengelolaan Yordania bersama Palestina itu.

Sampai saat ini, otoritas polisi Israel atas kawasan masjid adalah memantau pengunjung yang masuk melalui Gerbang Mughrabi, satu-satunya pintu masuk bagi non-muslim ke kompleks masjid. Namun, bukan satu kali polisi memasuki kompleks masjid, yang itu makin bikin resah. Rentetan kekerasan di kompleks Masjid Al Aqsa terjadi dari masa ke masa.

BACA JUGA  Arus Laut yang Kuat Penyebab Kapal MV MSC Kandas di Perairan Batu Berhanti Batam

Pada 1929, misalnya, bentrok mematikan terjadi selama masa pendudukan Inggris, ketika umat Islam berkumpul untuk mempertahankan situs itu. Dalam 30 tahun terakhir, kekerasan juga tercatat terjadi berulang kali. Pada 1996, keputusan Israel membuka pintu baru di sebelah barat lapangan terbuka kompleks masjid memicu bentrokan yang menewaskan lebih dari 80 orang dalam tiga hari.

Kunjungan pemimpin oposisi sayap kanan Israel, Ariel Sharon, ke lapangan terbuka di kompleks masjid pada September 2000 tercatat pula sebagai salah satu pemicu utama gerakan intifada gelombang kedua Palestina, yang berlangsung pada kurun 2000-2005.

Pada Juli 2017 lalu, kompleks Masjid Al Aqsa ditutup untuk sementara waktu, setelah tiga orang Arab Israel melepaskan tembakan ke arah polisi Israel. Dua polisi mati dalam insiden itu, sementara pelaku yang berlindung ke dalam masjid ditembak mati juga oleh aparat yang memburunya.

Pada Agustus 2019, bentrokan antara polisi Israel dan jemaah di kompleks itu menyebabkan puluhan warga Palestina terluka selama peringatan penting Yahudi dan Muslim. Polisi Israel dan jemaah muslim kembali bentrok pada Ramadan 2021 dan memicu konflik destruktif selama 11 hari. (red)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI